Islamic Writing

…..

Daftar Tulisanku tentang  ISLAM

Silahkan  KLIK Di Sini…

===============================================

KLIP/COPAS  TULISAN  ISLAM:

ILMU dan ULAMA

Pesan Umar Abdul Aziz”Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

—————–

Terkait pernikahan

JANGAN MARAH, maka BAGIMU JANNAH

Alkisah terdapat pasutri yang telah tua renta, usia mereka sangat lanjut dan usia pernikahan mereka telah mencapai angka 60tahun.

Dalam perjalanan pernikahannya, kedua pasutri ini tidak sekalipun terlibat konflik yang tidak selesai, mereka hidup dalam keterbukaan satu sama lain, bahagia dan saling menghargai. Akan tetapi, diantara mereka ada satu rahasia besar yang mereka sepakati untuk tidak diumbar, yakni mengenai Kotak Rahasia.

Kotak Rahasia ini miliki si istri. Istri meminta kepada suami untuk tidak sekalipun membuka isi kotak tersebut kecuali waktunya telah tiba. Dan si suami menghormatinya.

Hingga suatu ketika, istri jatuh sakit. Ia harus dirawat di rumah sakit. Karena merasa waktunya telah dekat, ia pun berkata kepada suaminya.”Wahai suamiku, bawalah Kotak Rahasia itu kemari. Taruhlah ia disisiku dan aku akan beritahukan isinya kepadamu”, pintanya.

Bergegas suami mengambilnya ke rumah dan kemudian selang beberapa saat, Kotak Rahasia telah ada di hadapan mereka berdua, di sebuah kamar rawat inap rumah sakit.

“Sekarang bukalah”, kata istri. Dengan penuh rasa penasaran suami membukanya dan terkejutlah ia ketika melihat isi kotak itu.

Ternyata isinya hanya boneka rajut yang berjumlah 2 buah dan segepok uang yang dililit menggunakan karet gelang. “Banyak sekali uang ini, berapa jumlahnya?”, tanya suami keheranan. “Kurang lebih 95 jt”, jawab istri. Dan suami pun semakin kaget.”Bagaimana bisa?, maukah kau menjelaskan apa maksud boneka dan uang ini wahai istri ku?”, suami berusaha meminta istri menjelaskan.

Dengan terbata bata, sembari menahan sakit, istri pun menjelaskan.
“Ketahuilah suamiku, pertama aku ingin berterimakasih atas pernikahan yang telah kita jalani. Yang kedua, nenekku berpesan kepadaku agar sebisa mungkin hindari marah kepada pasangan dalam kehidupan berumahtangga. Kalau kau tak bisa, maka ketika engkau marah, rajutlah sebuah boneka”, terang istri.

Suami menghela napas dan merasa bahagia karena selama 60thn, ia hanya 2 kali membuat istrinya marah. Hal ini ditandai dengan adanya 2 boneka rajut.

“Baiklah”, timpal sang suami. “Kemudian apa maksud uang ini?”, tanyanya. Sang istri pun menjawab pelan, “Wahai suamiku, uang itu dapat engkau pergunakan untuk membiayai sakitku ini. Perlu engkau ketahui bahwa uang itu adalah hasil penjualan boneka rajut yang selama ini telah aku buat demi menahan amarahku kepadamu”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Laa tagdhob wa lakal jannah, ungkap Rasulullah Muhammad Shollallahu wa alaihi wa salam dalam riwayat At Thabrani.

Jangan marah maka bagimu surga. Orang yang kuat tidak dapat ditandai dari fisiknya yang kekar. Akan tetapi ia disimbolkan dengan kemampuannya mengendalikan amarah.

Setiap manusia berpotensi untuk marah dan sangat didukung oleh situasi tertentu agar bersikap marah.

Maka cobalah satu detik sebelum marah pikirkan hadits diatas, jika ingin surga maka tinggalkan marah dan jika tidak ingin surga maka silahkan marah.

Semoga bermanfaat :)

denmazdani@gmail.com

———————————

QUOTES OF THE NIGHT

MATEMATIKA  dalam  Kehidupan

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yg BENAR adalah suatu tindakan yg BENAR.

Rumus
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yg SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yg BENAR adalah suatu tindakan yg SALAH.

Rumus matematikanya:
+ x – = –
– x + = –

3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yg BENAR.

Rumus matematikanya:
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact, yg bs kita ambil sbg Pelajaran Hidup.

Utk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).

Maknanya adalah:
– Klu kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).

Ttp ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, mk hasilnya akan “Tak Terhingga” yg artinya Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dg balasan yg tak terhingga (Penuh Keberkahan)

✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu

✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan utk org lain, mk kebaikan itu datang kepadamu dari arah yg tdk engkau kira

✔ Di saat kt hidup utk membuat org lain bahagia, Allah menjadikan org lain membahagiakan kita

✔ Maka carilah selalu celah utk “memberi”, bukan “mengambil”

✔ Setiap kali engkau memberi, mk di saat itulah engkau diberi (oleh Allah) tanpa engkau meminta

Semoga bermanfaat…
والله أعلم بالصواب

———————————-

APA ITU ” BAROKAH” ?

Barokah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada الله dg segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: “albarokatu tuziidukum fi thoah” ~ barokah menambah taatmu kepada الله.

Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yg menandingi.

Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi yg barokah ialah yg mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dg penghasilan tersebut.

Anak² yg barokah bukanlah saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih shalih & tak henti²nya mendo’akan kedua Orang tuanya.

Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah بَارَكَ اللهُ فِيْك
Silakan share kepada yg lain jika dirasa ilmu ini brmanfaat.:) Barang siapa yg mengajarkan satu ilmu dan org tsb mengamalkannya maka pahala bagi org yg memberikan ilmu tsb tanpa mengurangi pahala org yg mengamalkan ilmu tsb.(HR.Bukhori Muslim)

Semoga terlimpahkan barokah untuk semua.

———————————————

JANGAN  FOKUS  PADA  MASALAH

Seorang wanita muda duduk merenungi hidupnya yang menurutnya datar-datar saja, tidak ada yang istimewa ataupun yang layak disyukuri.
Semakin kuat ia berusaha mengubah keadaan, semakin sering ia kecewa. Ia merasa memiliki banyak kekurangan dan masalah. Ia tak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat datang padanya.
Sahabat itu membawa selembar kertas putih kosong dan bertanya pada wanita muda, “ Apa yang kau lihat ?”
Mengernyitkan dahi, wanita itu menjawab lirih, “ Tidak melihat apa-apa, hanya kertas kosong berwarna putih .”
Sang Sahabat kemudian mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya. Kemudian ia kembali bertanya pada wanita muda, “ Aku telah membuat sebuah titik hitam diatas kertas ini. Apa yang kamu lihat sekarang ?”
“ Apa lagi? Ya satu titik hitam ,” jawabnya cepat.
“ Ayolah, kawan, pastikan lagi !” Tegas sahabatnya.
“ Titik hitam ,” jawab wanita muda itu dengan sangat yakin.
“ Kawan,” kata sang Sahabat, “ sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Coba ubah sudut pandangmu. Yang kulihat bukan titik hitam, tapi sebuah kertas putih dengan satu noda kecil didalamnya. Aku melihat lebih banyak warna putih. Sedangkan kau hanya melihat hitamnya saja, dan hitam itu hanya setitik, kawan .”
Bila kita selalu melihat titik hitam yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan, maka hal-hal itulah yang akan selalu mengganggu pikiran kita dalam menjalani hidup.
Bukankah begitu banyak anugerah yang diberikan Tuhan? Melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang lengkap dan sehat, serta begitu banyak kebaikan lainnya.
Inilah mengapa betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain pada kita.
Inilah mengapa begitu mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kita sendiri lupa kelemahan dan kekurangan kita.
Inilah mengapa sangat mudah untuk menyalahkan Tuhan atas kesusahan dalam hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang lebih layak untuk disyukuri.
Dan inilah mengapa terlalu banyak pribadi diantara kita yang menyesali hidup, padahal lebih banyak kebahagiaan yang telah diciptakan untuk kita.

———————————————-

NAMA  SUAMI  DI BELAKANG NAMA ISTRI

Nama suami tidak boleh di sematkan pada nama istri….
Panggilah nama aslinya ..

Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah,”

———————————-

Syaikh Ahmed Deedat Membungkam
Mulut Pendeta Syi ’ah

Bukan hanya pendeta-pendeta nashrani yang terbungkam oleh Syaikh Ahmed Deedat -rahimahullah-. Ternyata, Pendeta Sekte Sesat Syi’ah juga pernah dibuat tak berkutik oleh beliau, bahkan sebelum debat dimulai…

Jika dengan Pendeta Nashrani, Ahmed Deedat kerap berhadapan langsung di gereja-gereja mereka, dengan Syi’ah pun demikian, dihadapinya langsung di Kuil Syi’ah di Iran! simak kisahnya.
Telah diadakan diskusi antara tujuh Pendeta Syi’ah di depan ulama Ahlu Sunnah atas undangan Presiden Iran, diskusi ini diadakan untuk mengetahui titik perbedaan, Ketika seluruh Pendeta Syi’ah telah hadir, akan tetapi tak satupun ulama Sunni yang datang.
Tiba-tiba masuklah seorang yang membawa sepatu di bawah ketiaknya, Pendeta Syi’ah terheran-heran, kemudian mereka bertanya, “Kenapa kamu membawa masuk sepatumu?”
Orang itu menjawab: “Saya tahu bahwa orang Syi’ah itu suka mencuri sepatu di zaman Rasulullah”
Pendeta Syiah saling pandang terheran-heran akan jawaban tersebut, mereka kemudian berkata:
“Tapi di zaman Rasul belum ada Syi’ah…” Orang itu menjawab lagi: “Kalau begitu diskusi ini selesai, jika di zaman Rasulullah tidak Ada Syiah, lalu dari manakah datangnya ajaran agama kalian?!!”
Semua pendeta syi’ah terdiam, bungkam! Ternyata orang yang datang membawa sepatu tersebut adalah Syaikh Ahmad Deedat, semoga Allah merahmatinya.

—————————————————-

? Surat Al Fathir 27 – Gunung Berwarna Warni

Seperti haln ya Surat Ar Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar adanya.

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah berupa gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina.

Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu.
Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina?
Tidak pernah sama sekali.
Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya.
Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang BERANEKA MACAM WARNANYA dan ada (pula) yang hitam pekat.”
(QS. Fathir 27)

gunung-warna-warniGunung yang terletak di China ini tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya ‘rainbow mountain’.

Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.
Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.

Menurut Telegraph, warna-warni perbukitan yang menakjubkan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Saat gunung ini pertama kali diketahui khalayak melalui foto yang beredar di dunia maya, banyak yang beranggapan kalau pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer. Tetapi sekarang Zhangye Danxia Park menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China.

Masyaa Allaah.
Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

———————————————

RENUNGAN:
Nasehat Hasan Basri:

1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu ALLAH Ta’ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH……..

Sahabat2ku…

Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat Mati TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat Mati TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaaan sebab Si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar.

Mari Terus berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK, Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu dan Tidak suka dgn Nasihatmu Cukup lah اللهِ yang mengenalimu lebih dari pada orang lain.

Jadilah bagai JANTUNG yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-NYA

Sahabat2ku…

“Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam, amalku tidak bertambah sedikit pun,
padahal aku tahu saat ini umurku berkurang”  (Ibnu Mas’ud .)

———————————

? Filosofi Akar tentang Keikhlasan ?

?Jadilah seperti akar…

Yang bekerja dalam sunyi dan diam tanpa suara?, tak gaduh? melakukan kewajibannya menjadi kontributor utama kehidupan baru sebuah pohon.?

?Belajarlah dari akar…

Yang tetap bekerja walau tak dipandang mata,? yang tetap berbuat walau ditengah sepi.? Karena ikhlasnya akar adalah sebenar-benarnya pembelajaran.

?Tersebab karena akarlah…

Yang ketika pohon yang menjulang tinggi ?itu tetap gagah dan kokoh berdiri ditempatnya setelah diterpa badai dan angin yang bertiup dengan kencangnya.

?Dialah akar…

Yang ketika hasil kerjanya sudah mulai tampak dihijaunya daun;? kuatnya batang dan ranting serta matang ranumnya buah, ? tidak kemudian menjadikannya sombong jumawa lantas sesumbar mengaku “itu semua adalah hasil kerja ku!!”

?Akar juga memaklumi…

Bahwa ia tak mungkin berbuat semuanya sendiri, sehingga ia menerima uluran tangan matahari? dan banyak berterima kasih kepada hujan☔ yang menyiramsuburkan tanah dengan curahan airnya.

?Berbuatlah seperti akar…

Yang kelak tetap semangat bekerja tak hentinya, ketika musim dan cuaca mulai menggugurkan daunnya ?; melapukkan batang dan rantingnya serta manusia mulai memetik habis buahnya.?

?Dan akarpun menyadari…

Bahwa ialah juga serupa mahluk lainnya yang tunduk pada kuasa Sang Pencipta yang ketika berkehendak terhadapnya melalui perantara waktu⏰, maka setelah menuntaskan kewajibannya rela kembali keharibaan-Nya.

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه

“Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya”. [HR. Bukhari )

——————————-

NILAI  SEORANG  WANITA  dalam  ISLAM

Kaum ‘FEMINIS’ bilang susah jadi wanita, karena melihat peraturan dibawah ini saja :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
4. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
5. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
6. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
7. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

? Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

❓Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya).. ?

1. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya..?

2. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

3. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap..! 4 wanita:
▶ Isterinya,
▶ Ibunya,
▶ Anak perempuannya
▶ Saudara perempuannya.

4. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya DITANGGUNG oleh 4 orang lelaki:
▶ suaminya,
▶ Ayahnya,
▶ Anak lelakinya
▶ Saudara lelakinya.

5. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja:
》 Shalat 5 waktu
》 Puasa di bulan Ramadhan
》 Taat kepada suaminya
》Menjaga kehormatannya.

⭐ Masya ALLAH.. ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita..!!

☁ KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH: “Wanita selalu lupa betapa berharga dirinya”

——————————————–

 RENUNGAN TERBAIK UNTUK PARA ORANG TUA

Suatu hari ada seorang ibu yang bersifat pemarah dan sering memarahi anaknya. Lalu ia betekad untuk mengurangi marahnya lalu si ibu tadi datang menemui Sang Kakek bijak, setelah mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah…
Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah….
Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang….
Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar…
Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya…
Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana dia tidak marah….
Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya…
“Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar..…….”Hmm….? Kamu telah berhasil dengan baik
anakku…,..tapi, lihatlah lubang-lubang bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, “ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu.….. ”
“Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini… di hati anakmu dan orang lain”.
“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu… tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf…. Luka itu akan tetap ada.……”
“Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi karena terus tersimpan di batin bawah sadar anakmu ….”
Ambilah semenit saja dari waktu kita untuk merenungkan hal ini …

—————————————

ARTI DAN DEFINISI IKHLAS..

?Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

? Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

? Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

? Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

? Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

? Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

? Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

? Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

? Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

? Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

? Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

? Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….

? Ikhlas itu… Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya..

Semoga bermanfaat.

———————————

# Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental

Oleh‬ : Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy

Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya…
Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya…
Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut…

Dokter itu memulai ceritanya dengan mengatakan :“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usiake ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit.

Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…

Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.

Pemuda itu menjawab :“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”

Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”Ia menjawab : “Aku”

Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”

Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkanpakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”

Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”

Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”

Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..

Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”

Ia menjawab : “Alhamdulillah,aku sudah beristri dan punya beberapa anak”

Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”

Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya,dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”

Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”

Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”

Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…

Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”

Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”

Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”

Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”

Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”

Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihatanak-anakku gembira…”

Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…

dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”

Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”

Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”

Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”

Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”

Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihandia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”

Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…

Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Marikita ke kedai..”

Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”

Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…

Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”

Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”

Aku pun bertanya pada putranya : “
Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”

Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.

Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…
Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru…

Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku…

Aku berkata dalam diriku :
“Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya…
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…

Ibunya tidak pernah merawatnya…
Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…
Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…
Tidak pernah begadang malam…
Tidak pernah mengajarinya…
Tidak pernah sedih karenanya…
Tidak pernah menangis untuknya…
Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…
Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…
Tidak pernah….dan tidak pernah…!
Walaupun demikian…
pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”.

Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat….seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan

—————————————–

… SIMPLE SEDEKAH by ust. BUDI Nst

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu.Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya

✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana

✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim

✔ Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa diberikan kepada para pekerja

✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan

✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya

✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya

mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang itu

untuknya sebagai sedekah

✔ Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada setiap huruf yang mereka baca

✔ Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim, khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan

✔ Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah

✔ Jangan biarkan anda tertidur, melainkan telah memaafkan setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu

✔ Kirimkan pesan ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan mendapatkan pahala.

Subhanallah…

semoga yang ikut membagikan pesan ini mendapat rezki dari arah yang tanpa di sangka-sangka. aamiin.

————————-

MUADZIN GILA

Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena persis jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari sebuah mushalla setempat lewat pengeras suara yang memecah keheningan malam.

warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya; Mbah Sadi, suaranya sdh dikenal dikampung itu, umurnya sudah menembus kepala tujuh.

Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam sepuluh malam? Ketika warga sampai di pintu mushalla, Mbah Sadi baru selesai adzan dan mematikan sound system.

“Mbah tahu gak, jam berapa sekarang?” cecar Pak RT.

“Adzan apa jam segini, Mbah?”

“Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Yoso dengan nada prihatin.

“Sekarang banyak banget aliran macem-macem.

“Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila”.

“Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam segini?”

“Kalian ini ……,” jawab Mbah Sadi tenang. “Tadi, waktu saya adzan Isya, nggak satu pun yang datang ke musholla. Sekarang saya adzan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla. Satu kampung lagi. Kalo gitu… SIAPA YANG GILA…. coba?”

Warga pun ngeloyor pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang melipir menjauh, perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Mbah Sadi.

Mawas diri, dipanggil dan diingatkan yg baik2 kadang2 kita tdk mau mendengarkan, tetapi begitu ada kesempatan mem-bodoh2kan dan memarahi orang, kita menyempatkan diri. Astaqhfirullah hal adzim…

——————————

BENTENGI  PENDIDIKAN  ANAK  SEJAK  DINI

Ayah.. Bunda…

Coba berpikir sejenak, apakah dulu ketika kecil sudah berani seperti ini? apakah cinta monyet itu seperti ini?

Ayah.. Bunda..

Apakah yang salah pada anak-anak kita? kenapa setiap hari kita dikejutkan dengan perilaku anak dan remaja yang semakin kebablasan?

Ayah.. Bunda..

Anak kecil merokok itu apakah biasa? anak kecil berpacaran dan berciuman apakah boleh? anak kecil saling bully tidak apa2?

Ayah.. Bunda..

Kenapa pergaulan sekarang begitu menyeramkan? sudah begitu tipiskah akhlaq dan moral kita sehingga semua ini bisa terjadi.

Ayah.. Bunda..

Bolehkah anak kecil bicara kasar dan berperilaku tidak sopan pada teman, guru dan orang tuanya?

Siapa yang harus kita salahkan?

Mari kita sebagai orang tua saling mengintrospeksi diri, saling mengingatkan, tidak egois menang sendiri dan memohon ampun pada Illahi atas apa yang telah terjadi.

Berikhtiar dengan:

  1. Mematikan TV terutama tayangan sinetron sampah yang menyuguhkan percintaan dan kekerasan pada anak atau setidaknya Dampingi mereka ketika menonton tayangan TV.
  2. Ayah berhentilah merokok, karena rokokmulah yang membuat anak kita mecontoh idola mereka (ayahnya). jadikan idola dan panutan yang positif.
  3. Stop / batasi memberikan gadget canggih pada anak. Jangan berikan kesempatan mereka dimakan teknologi informasi yang negatif dan akses pornografi dari gadget mereka. Biarkan mereka bermain dilapangan, sama halnya ayah bunda dulu bermain. Jika ayah bunda tahu, Faktanya Steve jobs pencipta gadget canggih tersebut bahkan tidak memberikan anak mereka gadget ciptaanya karena dia tahu dampak negatifnya dan lebih mendorong anak mereka utk kembali pada sekolah alam.
  4. Bekali anak dengan pendidikan agama dan budi pekerti yang baik, utamanya berikan contoh langsung pada diri Ayah Bunda. Ayah ajak anak sholat berjamaah, ajak mengaji, jangan hanya menyuruh tapi Orang Tua malah tidak menunjukkan akhlak mulia.
  5. Periksa kamar, tas mereka, pekerjaan sekolah, jangan lengah, perhatikan aktifitas dan kegiatan mereka setiap hari.
  6. Beri waktu lebih banyak untuk anak, jangan anda sibuk dengan urusan anda sendiri apa lagi sibuk dengan gadget atau teman-teman anda sendiri. jadilah orang tua dan sekaligus teman untuk anak anda sendiri.
  7. Tegakkan disiplin dan aturan yang jelas pada anak, jangan selalu merasa tidak tega pada anak sehingga memanjakannya berlebihan. Ingat memanjakan bukan berarti memenuhi semua tuntutan anak. Yang baik menurut anak belum tentu sesuai dengan apa yang dia butuhkan.
  8. Tidak perlu menyalahkan sana sini, dan mencari kambing hitam terhadap segala kerusakan akhlak dan moral yang terjadi. Kita kembalikan pada diri kita, perbaiki dari lingkungan paling kecil yaitu keluarga.

Ayah Bunda bekerja keras banting tulang untuk apa? untuk kehidupan anak dan keluarga bukan? lalu apa artinya uang yang banyak dan kehidupan mapan dan mewah tapi kehidupan anak kita hancur akhlak dan moral akibat gempuran zaman dan kurangnya perhatian/pengawasan orang tua?

Yuk sejenak kita renungkan, peluk anak kita dan lindungi mereka seperti dulu Orang Tua kita menjaga kita hingga sekarang menjadi anda seorang Ayah Bunda yang sukses. anak adalah titipan, jagalah titipan itu dengan baik, karena kelak semua akan ada pertanggung jawabannya.

Please share.. mudah-mudahan jadi peringatan dini untuk kita semua…

Salam penuh cinta,

  1. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) (‪#DrW)

———————————————————————–

? Kisah seorang Ayah bersama Anaknya ?

?Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini, ia baru duduk di kelas 3 SD. untuk mengatur uang jajannya…

?Sang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah…

?Pada Ahad pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat., tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya…

?Di tengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas…

Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang Rp10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya…

?Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini…

?Setelah si kakek tua berlalu, sang ayah bertanya:

“Sayang…, kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu…??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam…???”

?“Ayaaah… kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar…!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum…

?“Tek..!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.

“Nah…! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana…?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.

?“Kan aku masih punya ayah dan bunda..!!!

Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini…!” balas anaknya…

?“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu…? Ayah nggak janji loh…!?” Kembali sang ayah mengujinya…

“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda…, maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu…” jawab sang anak mantap…

?Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata… Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD.  Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!

❤❤❤MASYA ALLAH…

?Lalu… ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu…

“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta’ala tetapkan batas umur ini… Ayah sangat sayang padamu naaak…” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru…

?Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas,

“Ayah tak perlu berkata seperti itu… Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku…!

Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda…! Dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup di jalanan seperti kakek tua itu…!!!”

?Dan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu… Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat…

Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang…

❤Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???

Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian… Amiin.

Untuk melipat gandakan hikmah dan manfaatnya, dipersilakan membagi dengan saudara dan teman lainnya.

??????????????

~WANITA KEDUA UTK SUAMI~

By : Ummu Said.

Saat kita berdoa, memohon kpd Alloh agar didatangkan seorang laki2 sholih utk menjadi suami kita, Alloh tidak serta merta menurunkan suami kita dari langit begitu saja.

Tapi jauh sebelum kita memohon kehadirannya bagi kita, ada seorang wanita yg terlebih dulu memohon kehadirannya kpd Alloh, dalam rahimnya.

Wanita itu, dgn susah payah mengandungnya dan melahirkannya, penuh doa dan harapan terhadap keselamatan bayinya.

Wanita itu, siap menukar nyawanya ditempat persalinan demi kehidupan bayi yg dilahirkannya.

Wanita itu yg menyusuinya, memberikan siang dan malam waktunya utk merawat buah hatinya.

Mendidik dan mengasuhnya dgn mengorbankan semua yg dimilikinya.

Menghabiskan masa mudanya, utk membesarkan ananda, krn begitu besar cintanya terhadap putranya.

Anak laki2 itu tumbuh menjadi seorang pemuda yg sholih dan gagah.

Bayi yg telah dewasa itu adalah suami kita.

Ternyata kita hanya wanita kedua dalam hidup suami kita.

Dan kini…

Wanita itu telah menjadi seorang wanita tua. Tak ada yg dia harapkan selain cinta tulus dari putranya.

Setulus cinta wanita itu sepanjang hidupnya, semenjak mengandung dan membesarkannya hingga dewasa.

Maka…

Jgn rebut cinta suami kita dari ibunya.

Biarkan dia mengisi satu tempat istimewa di hati suami kita.

Satu sisi istimewa lain di hati suami kita pasti diperuntukkannya bagi kita. Relakan suami berbagi cinta utk kita dan ibunya.

Krn kita hanya wanita kedua dalam hidup suami kita.

Mengalahlah, biarkan suami kita lebih mengutamakan kebahagiaan ibunya.

Hormatilah dia, muliakanlah dia, sebagaimana kita menghormati dan memuliakan ibu kita.

Krn kita hanya wanita kedua dalam hidup suami kita.

Bantulah suami kita utk berbakti kpd ibunya.

Bantulah suami kita menjaga pintu surgaNya.

Niscaya kita akan mendapatkan dua cinta sekaligus. Cinta suami kita dan cinta ibunya.

Semoga pahala yg besar akan Alloh berikan utk kita karenanya.

Jika kita ikhlas, bukan hanya cinta manusia, bahkan cinta Alloh akan didapatkan pula.

Kata orang,  “Kalau ingin merebut hati suami, rebutlah hati ibunya”

Bagaimana tidak ?

Bukankah seorang lelaki sholih pasti ingin mempunyai istri yg memuliakan ibunya ? Bukankah dia pun sangat ingin ibunya meridhoi dan mencintai menantunya ?

Bagaimana tidak ?

Betapa bahagianya seorang laki2 ketika bisa mengumpulkan cinta dua wanita sekaligus dalam kehidupannya. Cinta ibunya dan cinta istrinya…

Namun alangkah malangnya seorang laki2, jika dua wanita yg dia cintai saling membenci. Ibunya tidak akur dgn istrinya.

Semoga Alloh jadikan kita istri sholihah, bisa mencintai wanita yg juga sangat dicintai oleh suami kita, sebagaimana kita mencintai ibu sendiri.

Aamiin…

———————–

Keluarga  DARURAT  GADGET…!!!

Follow @burhanshadiq

  1. Dulu, kebersamaan begitu indah.

Suami istri bisa saling menatap wajah.

Tapi sekarang semua berubah karena gadget.

Saat menatap wajah, ternyata pasangan anda menatap gadget.

  1. Saat makan bersama, dulu bisa saling bercakap cakap. Kini, semua berubah….❗

Tangan kanan pegang sendok, tangan kiri pegang gagdet.

  1. Saat bersama di ruang tamu. Dulu, saling bertanya kabar antar anggota keluarga.

Sekarang…❓

Anak main game di tablet, ayah sibuk melayani klien di BBM, dan ibu sedang asyik bersosialita di facebook.

  1. Saat berada di dalam masjid, dulu bisa khusuk mendengar pengajian.

Tak ada yang dirisaukan. Sekarang…❓

Duduk bersila di depan ustadz

Wajah menunduk….

Mata serius menatap gagdet dan tangan sibuk mengetik keypad..

  1. Saat berada di dalam kamar, harusnya bisa asyik becanda dengan pasangan. Tapi sekarang…❓

yang satu menghadap tembok dengan tangan meraba screen gagdet, yang satu lagi juga melakukan hal yg sama.

  1. Saat silaturahmi ke rumah saudara, dulu bisa becanda ketawa ketiwi.

Sekarang…❓

Meski perjalanan jauh sudah ditempuh, sampai lokasi juga dihabiskan waktu untuk sibuk dengan gagdet sendiri.

  1. Bertamu di rumah orang, dulu disambut dengan wajah ceria dan bahagia.

Ramah bisa ngobrol banyak hal.

Sekarang…❓

Bertamu di rumah orang, disambi dengan membalas sms, menerima telepon dan whatsapan, sembari sekedar menjawab obrolan kita dengan …

“oh gt ya. iya. Oh bener itu. Owh.” Garing…..?

  1. Sehabis solat, dulu bisa tenang dan khusuk berzikir. Hati bisa connect ke Allah langsung.

Kini…❓

Setelah salam langsung merogoh saku, gagdet pun dikeluarkan.

  1. Dulu, saat pasangan curhat soal hatinya, ‘ dan pikiran siap mendengarkan. Sekarang….❓

Saat pasangan curhat, konsentrasi pada gadget, sedangkan telinga pura pura mendengar.

  1. Saat anak mengeluh sesuatu, dulu kita jongkok memosisikan wajah kita tepat di wajahnya.

Anak merasa disayang dan diperhatikan.

Sekarang…❓

“Aduuhh Nak… ibu sedang sibuk. Masa gitu saja ngeluh sih.” , Sembari ngetik obrolan di sosial media.

Bagaimana dengan kita..❓

————————————–

CARA MANDI YANG SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLOH SAW.

  1. Bermula dengan segayung ketelapak kaki
  2. Segayung ke betis
  3. Segayung ke paha
  4. Segayung ke perut
  5. Segayung ke pundak
  6. Berhenti sejenak 5 – 10 detik.

Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun, bahkan merinding.

Setelah itu, lanjutkan mandi seperti biasa.

Hikmahnya :

Seperti gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air dingin. Apa yang terjadi…? Gelas retak…!!

Jika tubuh kita…. Apa yang retak…?

Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan bahkan kepala, angin yang seharusnya keluar jadi terperangkap, atau paling fatal adalah pecahnya pembuluh darah.

Maka kita sering menjumpai orang jatuh dikamar mandi tiba-tiba struk, bisa jadi kita sering masuk angin, migrain karena pola mandi kita yang salah.

Pola mandi ini baik bagi semua umur, terutama yang punya penyakit Diabets, Hipertensi, Kolestrol dan Migrain.

Semoga bermanfaat.=-)

———————————

NASIHAT  BESAR  dari  KAIN  KAFAN

Kafan itu tak bersaku.

Tak bisa kau masukkan serupiah pun untuk jadi perbekalan.

Karena ketika mati,

Allah tak melihat berapa banyak hartamu.

Tapi apa yang pernah kau beri.

.

Kafan itu tak berwarna warni.

Tak dapat kau fashion-kan ketika kelak tubuhmu terbujur kaku tanpa ada

daya upaya.

Karena ketika mati,

Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawimu,

yang kau kenakan tetap kain putih, murah dan dijahit dengan tangan.

.

Kafan itu tak memiliki tutorial,

Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan.

Karena ketika mati,

Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya.

Pada akhirnya,

pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama,

tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

.

Iya,

kain kafan itu putih warnanya.

Seperti harapan kita semua,

semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa.

Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah Allah Azza Wa Jalla.

.

Kain kafan itu sama bagi semua manusia.

Sama harganya.

Sama warnanya.

Sama cara pemakaiannya.

Tak bisa kau selipkan apa-apa di dalamnya.

Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

Lalu,

masih adakah rasa angkuh dalam dirimu menganggap engkau lebih mulia

daripada segolongan manusia?

.

‪#‎NegeriAkhirat

‪#‎MuhasabahDiri

By Muhammad Alamsyah Banna

——————————————–