Seri HAJI: Jenis Pendaftaran Haji Indonesia

Jenis dan tatacara pendaftaran haji di Indonesia, secara global terdiri dari 2 (dua), yaitu:

1. Haji REGULER atau Haji BIASA

– Haji reguler, sesuai namanya adalah haji umum/biasa program pemerintah. Biasa, baik dalam prosesnya, pengurusannya atupun fasilitas yang diperoleh. Haji reguler waktu pelaksanaannya sekitar 40 hari (29 hari di Makkah dan 9 hari di Madinah dan 2 hari perjalanan). Selama kegiatan haji di tanah suci, jamaah mengikuti program pemerintah dengan fasilitas biasa. Hotel di Madinah umumnya bintang *3 dengan jarak 150-300 meter dari Masjid Nabawi. Sedangkan tinggal di Makkah pada umumnya berupa pondokan haji (maktab) berjarak 500 – 3000 meter dari Masjidil Haram. Bagi yang jaraknya agak jauh dari Masjidil Haram, pergi-pulang ke masjid dengan bis rombongan ataupun naik angkutan umum.

– Haji Reguler ini dilakukan dengan mendaftar sendiri ke Bank penerima setoran ONH, minimal sebesar Rp 25 juta untuk mendapat NOMOR PORSI HAJI. Bank tempat membuka rekening harus sesuai lokasi tempat tinggal/KTP

– Setelah membuka rekening haji di Bank, langsung ke Kantor Kementrian/Departemen Agama di Kabupaten/Kotamadya sesuai domisili/KTP.

– Kembali sekali lagi ke Bank untuk langsung diregistrasi Nomor Porsi Haji. Petugas Bank akan memberi tahu Nomor porsi dan perkiraan tahun keberangkatan haji.

– Setelah selesai proses tersebut, maka tinggal menunggu tahun perkiraan keberangkatan dengan memperbanyak pengetahuan ibadah haji, mempersiapkan mental dan bekal serta menjaga kesehatan.

Terkadang, kita bisa berangkat haji maju satu tahun dari tahun yang diberitahukan, karena ada jamaah yang sakit, meninggal atau membatalkan diri. Oleh karena itu, lebih baik bersiap-siap setahun lebih awal.

– Sesudah proses pendaftaran tersebut, jamaah haji dapat memilih dua kemungkinan cara, yaitu: (1) HAJI MANDIRI  dan  (2) KBIH/ YAYASAN (kelompok Bimbingan Ibadah Haji).

Bagi yang HAJI MANDIRI, berarti segala sesuatunya dipersiapkan dan dikerjakan sendiri dengan dipandu oleh petugas KUA Kecamatan di wilayah tempat tinggal jamaah (seperti: mengambil koper, buku manasik, seragam/batik, membuat paspor, penyelenggaraan manasik haji, dll).

Adapun mereka yang mendaftar ke KBIH/ Yayasan, maka semua keperluan dan persiapan jamaah diurus oleh KBIH, jamaah tinggal menunggu pemberitahuan dan pengaturannya, termasuk seluruh keperluan dan kegiatan selama berada di tanah suci akan dibantu petugas KBIH bersama petugas haji dari pemerintah. Kegiatan manasik haji di tanah air juga dibimbing sepenuhnya oleh KBIH/ yayasan. Begitu juga sewaktu berada di tanah suci, jamaah didampingi dan dibimbing langsung oleh KBIH dibawah pengaturan petugas haji pemerintah.

Bagi jamaah yang sudah cukup lanjut usia atau tidak percaya diri atau tidak memiliki pengalaman dan keberanian, sebaiknya mengikuti KBIH/ Yayasan.

Untuk keperluan mengikuti atau mendaftar di KBIH ini, jamaah harus menambah uang infaq/ jasa bimbingan yang besarnya bervariasi dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta (informasi hingga tahun 2011). Mendaftar ke KBIH sudah bisa dilakukan sejak pendaftaran awal atau selambat-lambatnya satu tahun sebelum keberangkatan haji.

– Pada tahun yang ditentukan, bagi yang mengikuti KBIH langsung dipandu untuk mengikuti kegiatan MANASIK HAJI, sedangkan yang Berhaji Mandiri, maka akan dipandu dan dikoordinasi oleh KUA Kecamatan.

2. Haji KHUSUS atau ONH Plus atau Haji Plus

– Haji khusus/plus, sesuai namanya adalah haji dengan fasilitas yang khusus/plus, baik dalam prosesnya, pengurusannya atupun fasilitas yang diperoleh. Haji khusus, waktu pelaksanaannya lebih pendek dari Haji Reguler, hanya sekitar 25 hari (14 hari di Makkah dan 9 hari di Madinah dan 2 hari perjalanan). Selama kegiatan haji di tanah suci, jamaah mengikuti program travel dengan fasilitas khusus. Hotel di Madinah umumnya bintang *3 hingga *5 dengan jarak 30-150 meter dari Masjid Nabawi. Sedangkan tinggal di Makkah juga hotel yang berjarak 50 – 400 meter dari Masjidil Haram.

– Haji KHUSUS, sejak awal proses pendaftarannya dilakukan dengan mendaftar langsung ke Biro Perjalanan Haji atau Travel Haji. Dan ingat, Berhati-hatilah memilih travel haji, jangan terbujuk oleh Tarvel Haji yang nakal dengan iming-iming harga lebih murah. Travel nakal pada umumnya tidak legal dan tidak berizin/terdaftar di Kementrian Agama. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mendaftar, tanyakan terlebih dahulu NOMOR IZIN Penyelenggara UMRAH/HAJI Khusus di travel tersebut dan dicek juga di Kementrian Agama (di website kementrian agama ataupun melalui telepon).

– Biaya Haji Khusus pada umumnya dalam konversi dolar, mulai USD $ 8000-an atau lebih tergantung pelayananya. akan tetapi, untuk mendapat Nomor Porsi Haji Khusus minimal harus membayar USD $ 5000. Jika sudah mendaftar dan membayar USD $ 5000 ke travel, mintalah bukti penyetoran ke kementrian haji dan bisa diketahui Nomor Porsi Haji (termasuk rencana tahun keberangkatannya).

– pada umumnya (di tahun 2010), jika mendaftar satu tahun sebelum berangkat, maka jamaah bisa berangkat haji di tahun tersebut (atau paling lambat setahun berikutnya), insya Allah. Tahun-tahun berikutnya (sesudah 2011), mungkin antrian bertambah panjang, sehingga meskipun haji Plus, bisa saja berangkat 2, 3, atau bahkan hingga 5 tahun  berikutnya (wallohu a’lam).

– Selanjutnya, jika sudah selesai proses pendaftaran, maka seluruh informasi, bimbingan, persiapan, perlengkapa dan lai-lainnya diurus seluruhnya oleh Travel.

– Dengan uang lebih, tentu jamaah mendapat berbagai kelebihan, diantaranya: waktu berangkat haji lebih cepat, bimbingan haji lebih intensif, pengurusan selama di tanah suci lebih baik dan hotel berada dekat dengan masjid.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *